Memilih Pemimpin DKI Jakarta

Jakarta Memilih Pemimpin, Memilih adalah hak setiap orang yang boleh saja dipergunakan dan boleh juga tidak, kekuasaan tertinggi dipegang oleh Rakyat, dari itulah Rakyat yang akan menentukan pemimpin setiap lima tahun kedepan siapa saja yang akan menjadi Gubernur tentu itu sudah menjadi pilihan mayoritas Masyarat DKI Jakarta.

Selain itu kita memiliki kewajiban lain selain memenuhi hak kita, yaitu tidak mengganggu dan mencederai Hak Memilih orang lain dengan berbagai hal, jika ingin memilih pilihlah sesuai dengan hati Nurani, Pilkada DKI Jakarta menjadi salah satu sorotan utama, karena Jakarta merupakan Ibukota sekaligus menjadi Miniatur Indonesia.

Memilih Pemimpin DKI Jakarta


Disana mulai dari Presiden sampai dengan Gepeng, Mulai dari Golongan Tertinggi sampai terendah bercampur aduk membaur setiap langkah, menjadi Pemimpin di Jakarta bukan sebuah perkara mudah karena memiliki beban sangat berat terutama pada permasalahan seperti tata kota, banjir, macet yang seolah tidak akan pernah ada habisnya.

Sampi saat ini, Pilihan masyakarat akan menentukan nasib Ibukota selama 5 tahun kedepan, entah itu meneruskan yang lama atau berganti yang baru semua itu memang sudah menjadi hal perlu disadari siapapun yang akan terpilih kita harus menghormati meski itu bukan pilihan kita. Memilih juga menjadi hak privasi yang harus tetap terjaga tanpa mencederai satu sama lain.

Pemilihan harus bersifat transparan dalam penyelenggaraan, rahasia dalam mementukan pilihan dan demokratis sesuai dengan amanat undang-undang dalam pemilihan umum. Seperti kita ketahui tahun ini menjadi tahun special bagi DKI Jakarta selain memilih pemimpin baru pelaksanaan Pilkada dilakukan serentak dan ini merupakan Pilkada ke 2 setelah sebelumnya tahun 2016 dilakukan.

Untuk itu akan terasa meriah bukan hanya di DKI saja tetapi dibeberapa wilayah yang telah terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan Pilkada Serentak diseluruh Indonesia. Tentu harus dimaknai dengan suka cita, tetapi untuk berpendapat boleh saja, tetapi tidak boleh mengganggu hak orang lain seperti terdapat unsur Sara dan lain sebagainya.

Jika kalian diberikan kesempatan untuk memberikan pendapat anda menurut anda siapa yang paling pantas menjadi Gubernur DKI Jakarta, kalian bisa memberikan diskusi melalui komentar yang sudah disiapkan dan dapat menulis Nomor dan alasan mengapa ia layak menjadi Pemimpin DKI Jakarta untuk lima tahun kedepan, tetapi yang terpenting kita tidak boleh mengganggu hak orang lain untuk memberikan pendapat.

Biarlah pendapat masing-masing berdiri sendiri-sendiri tanpa harus mengganggu hak orang lain dan dilarang keras melakukan tindakan SARA, untuk itu kalian bisa memberikan pendapat serta penilaian terhadap Pasangan Calon saat ini untuk itu silahkan mencoba.