Hasil Quick Count Pilgub Sulsel 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilgub (Sulsel) Sulawesi Selatan 2018/2019 : Berebut Kursi Nomor 1 di Provinsi Angin Mamiri Sulawesi selatan merupakan salahsatu provinsi di Indonesia yang terkenal dengan pemandangan pantai yang indah dikala, tepatnya di pantai losari. Tahun ini provinsi yang dahulunya disebut Ujung Pandang ini akan menyelenggarakan Pilgub Sulawesi Selatan.

Perebutan Kursi Sulsel 1 pada Pilgub Sulawesi Selatan Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan sudah menetapkan 4 pasangan calon yang akan memperebutkan kursi Sulsel 1 pada Pilgub Sulawesi Selatan tahun ini. Pada pertengahan bulan Februari kemarin, pihak KPU setempat sudah menetapkan nomor urut untuk masing-masing pasangan calon, diantaranya seperti di bawah ini:



1. Hasil Quick Count Nurdin Halid dan Azis Qahhar Mudzakkar

Pasangan yang diusung oleh partai Nasdem, partai Golkar, partai Hanura, PKB dan PKPI dengan total dukungan mencapai 35 kursi ini sukses mendapatkan nomor urut 1 pada pilgub Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan Juni mendatang.


2. Hasil Quick Count Agus Arifin Nu’mang dan Tanri Balilamo

Nomor urut 2 berhasil didapatkan pasangan Agus Arifin Nu’mang dan pasangannya, Tanri Balilamo. Pasangan ini mendapatkan jumlah dukungan sebanyak 19 kursi dari partai Gerindra, PPP dan PKB.


3. Hasil Quick Count Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman

Pasangan ini mendapatkan nomor urut 3 pada pilgub Sulawesi Selatan. Pasangan yang diusung oleh partai PAN, PDIP dan PKS ini mendapatkan jumlah dukungan dari koalisi partai politik sebanyak 20 kursi.


4. Hasil Quick Count Ichsan Yasin Limpo dan Andi Musakkar

Pasangan Ichsan Yasin Limpo dan Andi Musakkar merupakan satu-satunya pasangan dari jalur independen yang maju dalam pilgub Sulawesi Selatan dengan nomor urut 4. Pasangan ini mendapatkan total dukungan sebesar 501.046 dukungan.



Hasil Evaluasi Coklit Pilgub Sulawesi Selatan

Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Selatan sudah melakukan penelitian dan pencocokan data (coklit) yang dilaksanakan dari 20 Januari sampai 18 Februari dan sudah dilakukan evaluasi terhadap hasil coklit tersebut. Walaupun pada umumnya berjalan lancar, di beberapa daerah petugas coklit sulit untuk mendapatkan informasi, dikarenakan:


1. Tidak Mau Didata

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih atau yang disingkat PPDP merasakan kesulitan saat melakukan penelitian dan pencocokan data (coklit) di sebagian wilayah karena sebagian masyarakat cenderung tertutup dan menolak untuk didata oleh petugas dengan alasan karena menganggap pemelihan umum ini tidak begitu penting.


2. Tidak Lapor saat Pindah Domisili

Ada juga sebagian masyarakat yang tidak melakukan pelaporan saat pindah domisili atau masyarakat yang jarang berada di rumah saat petugas coklit melakukan pendataan, sehingga sebagian masyarakat tersebut belum terdaftar ke dalam daftar pemilih untuk Pilgub Sulawesi Selatan.


3. Pemilih Ganda

Ada juga penyebab ketiga, yaitu adanya pemilih ganda. Pemilih ganda ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masyarakat yang tidak melapor saat pindah domisili tetapi membuat identitas kependudukan yang baru ditempat yang baru, bisa juga dikarenakan ada yang meninggal namun pihak keluarga belum melapor.


Hasil Quick Count yang Paling Dinanti

Dalam pemilihan umum, hal yang paling dinanti oleh seluruh masyarakat yang sudah memberikan hak suaranya untuk para pasangan calon, adalah hasil quick count. Kebanyakan para masyarakat, biasanya memantau hasil quick count tersebut melalui media sosial atau televisi. Quick count sendiri merupakan teknologi hitung cepat yang dipilih KPU dengan menggunakan metode Kombinasi Sratified dan Cluster Random Sampling dengan keakuratan mencapai 99% dan toleransi kesalahan hanya 1% saja.

Dengan begitu, hasil quick count dan hasil hitung suara di TPS tidak akan jauh berbeda. Partisipasi masyarakat dalam Pilgub Sulawesi Selatan ini pasti akan sangat meriah karena masyarakat provinsi yang terkenal dengan lagu Angin Mamiri ini mempunyai semboyan Todo Puli yang berarti teguh dalam keyakinan.