Hasil Quick Count Pilkada Kab Pasuruan 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilkada Kabupaten Pasuruan 2018/2019 - Fenomena Calon Tunggal Di Pilkada Kab Pasuruan - Fenomena calon tunggal adalah sebuah fenomena yang menyedihkan di dalam proses demokrasi di indonesia. Pilkada kab Pasuruan akan diselenggarakan akhir bulan nanti.

Salah satu faktor yang menjadi penentu dalam parameter kesehatan demokrasi di indonesia adalah semaraknya pilkada atau pemilu yang berjalan. Semakin banyak calon yang maju maka semakin bagus untuk nafas demokrasi di indonesia. Tetapi sayangnya hal tersebut tidak terjadi di pasuruan karena pilkada kab Pasuruan hanya diikuti oleh satu calon.



Dampak Fenomena Calon Tunggal

Calon tunggal yaitu petahana irsyad yusuf dengan mujib imron ini muncul dan sudah disahkan oleh KPU pasuruan. Pasangan ini mendapatkan dukungan yang massif dari hampir semua partai besar PDIP, GOLKAR, NASDEM, PKB,PPP,PKS dan lainya. Ada banyak sekali dampak negatif dari pilkada calon tunggal seperti yang terjadi di pilkada kab Pasuruan.


1. Tidak ada oposisi di pemerintah

Nafas utama dari oposisi adalah memberikan kritik terhadap para penguasa yang ada. Oposisi biasanya terjadi dari koalisi yang calonya kalah di sebuah pilkada. Dengan terjadinya calon tunggal dan merapatnya hampir semua partai besar di koalisi, maka pemerintah praktis tidak akan ada oposisi yang bisa membuat rezim bisa bertindak semena-mena.


2. Monotonya suhu politik

Tidak ada visi yang bisa diadu, tidak ada argumen, tidak ada perdebatan, membuat pilkada calon tunggal seperti drama tunggal dengan aktor tunggal. Hal ini membuat masyarakat tidak memiliki perbandingan dan oleh karenanya harus memilih seorang paslon yang maju. Hal ini juga akan memperburuk kondisi politik pasuruan kedepanya.


3. Meningkatkan apatisme politik

Dengan fenomena calon tunggal yang terjadi di pilkada, maka masyarakat akan semakin apatis terhadap politik. Hal ini dikarenakan masyarakat tidak memiliki alternatif dalam pilihan mereka dan membuat mereka tidak tertarik untuk mengikuti perkembangan politik di daerah tersebut. Hal ini jelas berbahaya terhadap dinamika politik di indonesia secara umum.

Fenomena calon tunggal di pilkada kab Pasuruan merupakan sebuah hal yang harus dikoreksi demi kesehatan demokrasi di pasuruan dan indonesia pada umumnya. Kami harap informasi ini bisa menjadi pemandu Anda dalam memilih pasangan mana yang sesuai dengan kriteria pemimpin yang baik untuk Pasuruan.