Hasil Quick Count Pilkada Kota Bima 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilkada Kota Bima 2018/2019 - Hasil quick count Kota Bima akan berbeda dengan hasil exit poll. Quick count adalah metode yang paling bagus untuk melihat bagaimana hasil pemilu. Proses quick count adalah dengan menghitung berapa banyak presentase dari hasil pemilu di beberapa TPS atau tempat pemungutan suara yang sudah dipilih secara acak dengan menggunakan metode statistik.

Data dari hasil penghitungan suara nantinya akan dikirim ke pusat sistem data dengan menggunakan perangkat elektronik. Pengiriman teks data juga harus disertakan dengan foto lembar C1 yang ada di lokasi TPS tersebut. Sedangkan untuk exit poll dilakukan dengan cara melihat bagaimana gambaran dari perilaku pemilih seperti alasan mengapa pemilih memilih pasangan kandidat tertentu dan kecenderungan arah pilihan.



Hasil quick count Kota Bima akan berbeda dengan exit poll karena exit poll dilakukan dengan cara mewawancarai pemilih setelah mereka sudah melakukan pemilihan di TPS. Responden yang dipilih pun akan dipilih secara acak dan juga tidak mewakilkan suara TPS tersebut secara keseluruhan. Jadi, hasil quick count sudah pasti jauh lebih akurat dibandingkan exit poll. Quick count lebih objektif dibandingkan exit pill.

Cara menentukan TPS yang akan dijadikan sebagai acuan untuk quick count menggunakan teknik random sampling atau memilih sampel dengan cara acak namun sistematis berdasarkan dari jumlah DPT atau Daftar Pemilih Tetap di Kota Bima. Quick count mempunyai tingkat kepercayaan 99 persen jadi kesalahan pada quick count adalah satu persen saja. Sedangkan untuk exit poll hanya menggunakan 4 sampel responden untuk tiap TPS dan responden dipilih secara acak juga.

Untuk melakukan quick count, maka lembaga pemilu membutuhkan relawan yang tahu akan tantangan sosial dan geografis dari wilayah TPS yang dipilih secara acak. Karena itulah untuk mengetahui hasil quick count Kota Bima maka relawan juga harus mendapatkan pelatihan quick count. Lembaga pemilu akan memberika logistik dan serta keahlian dan pengetahuan dari tutor pada tingkat provinsi.

Quick count juga menerapkan quality control kepada relawannya. Jadi, Kelompok Panitia Penyelenggara Suara (KPPS) akan melakukan spotchecker yang dilakukan secara acak dengan tujuan untuk mengetes pengetahuan dan keahlian relawan tentang quick count di TPS. Kemudian, kehadiran relawan pun juga harus diketahui oleh panitia setempat.

Kelompok panitia mempunyai prosedur untuk para relawannya. Mereka akan mengiis kuesioner yang sudah dicap atau ditandatangi oleh KPPS setempat. Kuesioner tersebut akan menjadi bukti bahwa relawan memang benar ada di TPS setempat. Panitian juga mempunyai nomor telepon KPPS untuk tindak lanjut akan hasil quick count Kota Bima. Quick count memang membutuhkan dana yang banyak untuk membayar kerja keras dari para relawan. Dalam quick count memang peran relawan untuk menghitung hasil pemilihan penting. Namun ada satu komponen yang dibutuhkan pada quick count yaitu mesin quick count.

Saat mesin quick count sudah jadi, maka akan dilakukan simulasi quick count untuk mengetahui apakah mesin tersebut bisa bekerja dengan baik. Seminggu sebelum pilkada Kota Bima, panitia sudah melakukan simulasi quick count. Hasil simulasi mempunyai tujuan untuk tahu dimana letak kelemahan dari mesin quick count. Dengan simulasi inilah maka technical error dan human error tidak akan terjadi pada hari pemilu. Karena itulah hasil quick count Kota Bima akan lebih akurat karena mesin sudah bisa bekerja dengan baik sesuai dengan metode dan prosedur yang ditetukan oleh pusat setelah dilakukan simulasi.