Hasil Quick Count Pilkada Kota Kotamobagu 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilkada Kota Kotamobagu 2018/2019 - Pernahkah Anda mendengar Kota Kotamobagu? Kotamobagu tergolong sebagai kota kecil yang berada di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Kota ini memiliki penduduk sekitar 116 ribu jiwa lebih. Meskipun termasuk sebagai kota kecil, Kotamogabu juga turut meramaikan pemilukada serentak yang akan dilaksanakan pada akhir Juni mendatang. 

Pemilihan tersebut digunakan untuk mengetahui siapakah sosok yang akan menjadi walikota baru Kota Kotamobagu. Seperti pada pemilu pada umumnya, salah satu hal yang ditunggu-tunggu adalah hasil quick count, tak terkecuali hasil quick count Kota Kotambagu. Hasil hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga survey independen ini bisa digunakan sebagai pandangan terkait sosok walikota baru yang nantinya terpilih.



Meskipun hasil quick count Kota Kotamobagu menjadi hal yang patut ditunggu, namun hasil perhitungan resmi dari KPU tetap menjadi hasil akhir yang sah dan resmi untuk mengetahui walikota baru Kotamobagu sesungguhnya. Walikota baru tersebut nantinya akan menjabat pada periode tahun 2018 sampai 2023. Lalu siapakah calon yang walikota dan walikota Kotamobagu tersebut? Berdasarkan proses seleksi panjang baik secara administratif maupun prose seleksi lainnya, Kota Kotamobagu memiliki dua pasangan calon atau paslon yang akan berjuang menuju pemilukada 2018. 

Setelah mendapatkan bakal calon yang sesuai, maka Komis Pemilihan Umum daerah setempat pun melakukan pengundian nomor urut untuk parapaslon yang telah terpilih. Kotamobagu memiliki dua paslon yang akan menjadi kandidat walikota baru. Kedua paslong tersebut dianggap telah memenuhi syarat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Pasangan nomor urut pertama yaitu Tatong Bara dan Nayado Koerniawan atau dikenal dengan TBNI dan pasangan selanjutnya yaitu Jainudin Damopolii - Suharjo Makalalag atau dikenal dengan Jadi Jo. 

Pasangan pertama mendapatkan dukungan dari 8 partai politik di antaranya Hanura, PKS, PDIP, PKB, PAN, Golkar, Gerindra serta Demokrat. Sementara paslon kedua maju dalam pemilukada melalui jalur independen atau perseorangan. Melihat kedua paslon tersebut, masyarakat Kotamobagu tentu begitu menantikan bagaimana hasil quick count Kota Kotamobagu sebelum hasil perhitungan resmi dari KPU diumumkan.

Menuju pemilukada serentak 2018, tentu banyak aktivitas yang dilakukan oleh kedua paslon. Salah satunya adalah melakukan debat publik. Selain hasil quick count Kota Kotamobagu yang akan diumumkan setelah pemilihan, debat publik juga menjadi sesuatu yang menarik dan dinantikan masyarakat. Mereka ingin mengetahui kelayakan calon walikota dan wakil walikota baru. Debat publik juga digunakan untuk memaparkan segala program, visi, maupun misi para paslon ketika menjadi walikota. 

Debat pertama yang dilakukan oleh kedua paslon ini berlangsung pada 5 Mei 2018. Debat berjalan lancar dan cukup kondusif. Kedua paslon juga dianggap berhasil menyampaikan dan menjawab pertanyaan dari para panelis selama proses debat berlangsung. Selain debat publik, hal menarik seputar paslon juga terjadi pada masa-masa kampanye. Misalnya saja paslon Jainuddin-Suharjo yang mengusung tag line Jadi-Jo untuk menarik perhatian masyarakat. 

Hal ini tampak pada atribut yang dikenakan oleh pendukung paslon ini seperti pada kaos. Sementara pasangan lainnya yaitu Tatong Bara dan Nayado Koerniawan juga menggunakan singkatan TBNK sebagai julukan mereka. Semua paslon memang memiliki ciri khas masing-masing. Apapun cara yang dilakukan paslon untuk menarik pendukungnya, namun jangan lupa untuk selalu menjunjung perdamaian dan keadilan tanpa harus perlu berlaku curang. Lalu siapakah yang akan menjadi walikota baru Kota Kotamobagu? Tunggu saja hasil quick count Kota Kotamobagu.