Hasil Quick Count Pilkada Kota Tual 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilkada Kota Tual 2018/2019 Tahapan Penentuan Hasil Quick Count Kota Tual dan Kesalahan Penghitungan Saat berlangsung pemilu, pilkada atau pilpres, kita akan menemukan adanya istilah quick count. Artinya adalah hitung cepat, yaitu metode verifikasi penghitungan suara dengan cara mengambil sampel acak di beberapa TPS. Hasil quick count Kota Tual terbilang akurat serta tak jauh beda dari hasil penghitungan resmi yang akan dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum 2 minggu setelah pelaksanaan pemilu.

Agar dapat diperoleh hasil akurat, tentunya lembaga survey akan melaksanakan serangkaian tahapan dalam pelaksanaan quick count ini. Tahapan berawal dari menentukan sampel TPS secara acak atau random sampling. Sampel yang dipilih akan mewakili karakteristik yang ada di Indonesia sehingga didapat hasil akurat.



Setelah menentukan sampel, tahapan selanjutnya dalam menentukan hasil quick count Kota Tual ialah merekrut relawan. Relawan yang direkrut akan bertugas dalam memantau serta melakukan rekapitulasi suara untuk kemudian dikirim ke pusat data. Relawan akan dipilih yang bertempat tinggal di TPS terkait agar mereka paham betul bagaimana kondisi sosial geografis dari wilayah tersebut.

Selain itu, relawan juga akan menerima pelatihan khusus sehingga mereka lebih memahami seluk beluk quick count. Relawan juga akan dipantau oleh KPPS setempat sehingga bisa dipastikan kinerja mereka. Biaya yang dikeluarkan untuk quick count ini sendiri yang paling besar adalah untuk honor para relawannya. Agar didapat hasil quick count Kota Tual yang akurat, perangkat quick count yang telah terbentuk harus diuji dulu melalui simulasi khusus quick count. Simulasi ini biasanya akan dilakukan seminggu sebelum dilaksanakannya pemilu.

Tujuan dari dilakukannya quick count adalah agar bisa diketahui kelemahan yang ada pada sistem. Dengan adanya simulasi, maka human error serta technial error akan bisa diminimalisir. Jika simulasi berjalan lancar, maka perangkat quick count akan dapat digunakan saat pemilu. Setelah pemilu selesai dilakukan, relawan di tiap TPS akan mengirim rekapitulasi data ke pusat. Rekapitulasi data ini akan dikirim dengan formulir C1 melalui layanan SMS. Setelah masuk dalam data center, tahap selanjutnya adalah tabulasi.

Langkah berikutnya adalah pengolahan data serta ditampilkannya hasil quick count Kota Tual. Data akan diolah menggunakan software khusus. Beberapa lembaga survey biasanya akan memiliki software canggih tersendiri, terutama lembaga yang sudah mapan. Pengolahan data akan menggunakan ilmu statistik sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Data dari TPS akan terus berdatangan dan mencapai puncak sekitar pukul 14.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Hasil quick count akan mulai stabil ketika data telah masuk sebanyak 80 persen. Tak jarang lembaga survey sudah mengumumkan siapa pemenang pilkada saat baru 80 persen suara yang masuk. Ini karena hasil penghitungan suara 100 persen nantinya takkan jauh berbeda dari hasil saat 80 persen suara masuk.

Walau tampaknya tak memiliki kekurangan, ternyata bisa saja hasil quick count Kota Tual meleset. Hasil akhir yang bertolak belakang dapat terjadi dan alasannya beragam. Salah satunya adalah lembaga survey yang tak memahami metode sampling sehingga sampel yang diambil tidak representatif. Alasan lain ialah lembaga survey telah memahami metodologinya namun pelaksanaan teknis masih berantakan.

Selain itu, bisa jadi lembaga survey tidak paham akan metodologi dan bahkan tidak turun langsung ke lapangan. Faktor lain yang mempengaruhi ialah lembaga survey paham akan metodologi yang digunakan namun teknis pelaksanaannya salah sehingga hasil di lapangan juga berbeda. Hal ini mungkin terjadi pada lembaga survey yang masih baru.