Hasil Quick Count Pilkada Kota TanjungPinang 2018/2019

QuickCount.org - Hasil Quick Count Pilkada Kota Tanjung Pinang 2018/2019 dan Bedanya Dengan Exit Poll Istilah quick count pastinya sering kita dengar saat pelaksanaan pemilu, pilkada hingga pemilihan presiden. Namun, ternyata masih banyak orang yang belum paham apa itu quick count serta seperti apa cara kerjanya. Quick count sendiri adalah metode verifikasi hasil pemilu di mana datanya akan diperoleh dari beberapa TPS yang dipilih secara acak.

Hasil quick count Kota Tanjung Pinang berbeda dengan hasil perhitungan resmi KPU di mana semua suara yang ada di tiap TPS akan dihitung dan diakumulasi. Kelebihan utama quick count ialah kecepatannya serta fungsi khusus sebagai alat kontrol akan penyelenggaraan pemilu serta turut memperkirakan perolehan hasil akhir suara pemilu. Metode quick count erat kaitannya dengan statistika serta matematika.



Dalam perhitungan hasil quick count Kota Tanjung Pinang, akan digunakan ilmu peluang, sampling, sebaran hingga deskripsi data yang dipelajari baik dalam statistika maupun matematika. Quick count berbeda dengan exit poll walau kadang beberapa orang masih menyamakan kedua istilah tersebut. Dalam quick count, persentase hasil pemilu di TPS sampel akan dipilih acak melalui metode statisik. Data perhitungan suara selanjutnya dikirim ke pusat menggunakan perangkat elektronik.

Pengiriman teks akan diserta foto formulir C1 yang ada di lokasi TPS. Dari pengertian serta tahapan di atas, quick count jelas berbeda dengan exit poll. Exit poll akan dilakukan guna melihat gambaran dari perilaku pemilih, di antaranya termasuk kecenderungan arah pilihan serta mengapa responden lebih memilih pasangan calon tertentu dibanding pasangan calon yang lain. Exit poll dilaksanakan melalui wawancara kepada pemilih setelah memberikan suaranya di TPS.

Pemilih yang diwawancarai juga akan dipilih acak serta tak mewakili suara dari TPS secara keseluruhan. Ini membuat hasil quick count Kota Tanjung Pinang akan lebih akurat jika dibandingkan hasil exit poll. Quick count juga akan lebih objektif dalam melihat siapa yang menang nantinya. Pemilih bisa saja memilih pasangan calon A di dalam bilik suara namun menjawab bahwa mereka memilih pasangan calon B saat diwawancara.

Selain itu, pengambilan sampel dalam exit poll juga tidak dilakukan seketat quick count sehingga akan turut mempengaruhi hasil quick count Kota Tanjung Pinang. Hal ini tentu berbeda dengan sistem quick count di mana penentuan TPS sampel akan menggunakan teknik acak berdasar jumlah DPT (Daftar Pemilih Tetap) yang ada di suatu kota atau provinsi. Tingkat kepercayaan pada quick count telah bertambah menjadi 99 persen dan simpangan kesalahan bisa diminimalisir hingga kurang dari satu persen saja. Exit poll sendiri biasanya hanya akan menggunakan empat orang sebagai sampel di tiap TPS dan pemilihannya dilakukan secara acak.

Tahapan quick count sendiri akan dimulai dari menentukan sampel TPS, merekrut relawan, melakukan simulasi quick count, rekapitulasi data hingga menampilkan hasil quick count Kota Tanjung Pinang. Saat data masuk telah mencapai 80 persen, biasanya data quick count akan disebarkan dan diumumkan siapa yang memenangkan pemilu. Walau belum 100 persen, namun hasil dari 80 persen suara yang masuk ini takkan beda jauh dari data keseluruhan nantinya.

Sistem quick count yang cepat dan akurat ini membuatnya jadi patokan hasil pemilu. Kita akan bisa dengan mudah menemukannya terpampang di layar televisi saat jalannya pemilu terutama pemilihan presiden. Demikian uraian seputar quick count dan perbedaannya dengan exit poll yang harus kita tahu sebagai tambahan wawasan seputar pemilu.